PROTIMES.CO – Pemerintah resmi menetapkan prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp60,57 triliun yang difokuskan untuk pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT Desa hingga dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (18/02/2026), bahwa pengalokasian untuk koperasi tersebut bukan bentuk pengurangan jatah desa, melainkan pergeseran agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran.
Prasetyo menegaskan, lokus kegiatan tetap berada di desa sehingga dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, penguatan kelembagaan ekonomi desa menjadi langkah strategis untuk membangun kemandirian yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Dalam skema yang disiapkan, BLT Desa tetap menjadi instrumen utama perlindungan sosial bagi warga miskin ekstrem, sementara koperasi didorong menjadi motor penggerak ekonomi produktif di tingkat desa.

Pemerintah memastikan kebijakan ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada penguatan struktur ekonomi dari bawah. Dengan besaran anggaran yang signifikan, pemerintah berharap desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah.
Kebijakan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa dalam tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Bukan dikurangi, tetapi digeser agar lebih tepat guna. Kegiatannya tetap di desa dan untuk masyarakat desa,” ujar Prasetyo.
Pemerintah menilai, keberadaan koperasi desa yang dikelola secara profesional dapat menjadi instrumen distribusi manfaat ekonomi secara lebih merata, sekaligus memperluas akses permodalan dan pasar bagi pelaku usaha mikro di desa.
Dengan pendekatan tersebut, Dana Desa 2026 diarahkan tidak hanya sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai stimulus produktif yang memperkuat fondasi ekonomi desa secara jangka panjang.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan







Be First to Comment