Press "Enter" to skip to content

WFH 1 Hari Digodok, Presiden Jaga Defisit dan Bidik Cuan Batu Bara di Tengah Tekanan BBM

PROTIMES.CO – Pemerintah mulai merancang langkah efisiensi besar di tengah tekanan harga energi global, termasuk wacana WFH satu hari dalam sepekan yang digodok langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto, bersamaan dengan upaya menjaga defisit APBN tetap terkendali di bawah 3 persen.

Langkah ini disampaikan dalam rangka menjaga stabilitas fiskal sekaligus merespons lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi nasional, di mana pemerintah menekankan pentingnya efisiensi belanja kementerian dan lembaga tanpa mengganggu program prioritas.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi batu bara melalui optimalisasi RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), sebagai respons atas tingginya harga komoditas global yang dinilai membuka peluang peningkatan penerimaan negara.

Tidak hanya itu, pemerintah turut mengkaji opsi penerapan pajak ekspor batu bara guna menangkap windfall profit, sehingga keuntungan dari lonjakan harga komoditas dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keuangan negara.

Di sektor energi, Prabowo juga mengarahkan percepatan transisi dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) menuju energi terbarukan, khususnya tenaga surya, sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada BBM yang harganya terus meningkat.

Sementara itu, kebijakan WFH satu hari per minggu tengah disusun dengan cakupan yang cukup luas, melibatkan aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, hingga pemerintah daerah, sebagai upaya menekan konsumsi BBM sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas kerja.

Pemerintah menegaskan bahwa konsep tersebut masih dalam tahap pematangan, dan detail teknis pelaksanaannya akan diumumkan secara resmi setelah seluruh skema dinilai siap untuk diterapkan.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai mengombinasikan strategi fiskal, energi, dan pola kerja untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *