Press "Enter" to skip to content

Jihad Diserukan Ayatollah Makarem Shirazi: Dunia Islam Diminta Balas Kematian Pemimpin Revolusi Iran

PROTIMES.CO – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah ulama senior Iran, Ayatollah Naser Makarem Shirazi, menyerukan pembalasan atas kematian Pemimpin Revolusi Iran yang disebut sebagai syahid. Pernyataan keras itu disampaikan dari kota suci Qom dan segera menyebar luas di berbagai media Iran serta jaringan ulama Syiah internasional.

Dalam pernyataan resminya, Makarem Shirazi menegaskan bahwa rakyat Iran bersama dunia Islam tidak akan melupakan darah pemimpin revolusi yang gugur dan menuding Amerika Serikat serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kedua negara itu sebagai pelaku utama kejahatan yang menurutnya harus dimintai pertanggungjawaban.

“Bangsa Iran dan dunia Islam akan membalas darah Pemimpin Revolusi yang syahid. Pelaku utama kejahatan ini adalah pemerintah arogan Amerika Serikat dan rezim Zionis terkutuk,” kata Makarem Shirazi dalam pernyataan yang dikutip media Iran.

Ia bahkan menegaskan bahwa pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab merupakan kewajiban agama bagi umat Islam di seluruh dunia. Seruan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena Makarem Shirazi dikenal sebagai salah satu marja’ taqlid paling berpengaruh di Iran yang memiliki jutaan pengikut di berbagai negara. Pengaruhnya tidak hanya terbatas pada Iran, tetapi juga di komunitas Syiah di Timur Tengah, Asia Selatan, hingga sebagian wilayah Afrika.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir, termasuk serangkaian operasi militer, serangan balasan, serta perang proksi di berbagai kawasan strategis Timur Tengah.

Sejumlah analis geopolitik menilai seruan tersebut berpotensi meningkatkan mobilisasi dukungan dari kelompok-kelompok pro-Iran di kawasan, terutama jika narasi pembalasan terus menguat di kalangan elite religius dan politik Iran. Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan Ayatollah Makarem Shirazi tersebut.

Situasi keamanan kawasan kini menjadi sorotan internasional karena kekhawatiran bahwa retorika keras dan seruan pembalasan dapat memperluas konflik regional. Para pengamat menilai dinamika politik dan militer di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah eskalasi, apakah menuju de-eskalasi diplomatik atau justru memperbesar potensi konfrontasi yang lebih luas antara Iran dan sekutunya dengan blok Barat.

Pernyataan ulama berpengaruh seperti Makarem Shirazi dinilai memiliki dampak psikologis dan politik yang signifikan di tengah situasi yang sudah tegang, terutama bagi kelompok-kelompok yang menjadikan fatwa ulama sebagai referensi dalam sikap politik maupun gerakan sosial di kawasan.

Pewarta : Anwar Chow

Editor : Aris Darmawan

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *