Press "Enter" to skip to content

Iran Berduka: Ayatollah Ali Khamenei Wafat dalam Serangan AS–Israel di Teheran

PROTIMES.CO – Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis di Teheran. Kabar tersebut disampaikan oleh media pemerintah Iran dan dikonfirmasi oleh lembaga keamanan nasional negara tersebut pada Minggu (1/3/2026).

Ayatollah Ali Khamenei, yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, dilaporkan berada di kompleks kepemimpinan di Teheran saat serangan udara menghantam fasilitas tersebut. Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan pusat komando serta sejumlah pejabat tinggi Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pernyataan resmi kantor kepresidenan mengecam keras kematian Khamenei dan menyebutnya sebagai “kejahatan besar terhadap bangsa Iran dan dunia Islam.” Ia juga menyatakan pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur nasional selama tujuh hari untuk menghormati pemimpin tertinggi tersebut.

“Pembunuhan Pemimpin Revolusi adalah kejahatan besar. Republik Islam Iran akan memberikan respons yang tegas terhadap para pelaku agresi ini,” kata Masoud Pezeshkian dalam pernyataan resmi pemerintah Iran.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (Supreme National Security Council) juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei wafat akibat serangan udara yang menghantam kompleks kepemimpinannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Lembaga tersebut menyatakan serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran serta anggota keluarga Khamenei yang berada di lokasi saat kejadian.

Selain Khamenei, sejumlah pejabat penting Iran juga dilaporkan menjadi korban dalam gelombang serangan tersebut. Di antaranya Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Mohammad Pakpour, Komandan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan Iran. Serangan ini disebut sebagai salah satu operasi militer paling besar yang menargetkan struktur kepemimpinan Iran.

Ayatollah Ali Khamenei merupakan tokoh sentral dalam sistem politik Iran selama lebih dari tiga dekade. Ia menggantikan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, setelah wafat pada 1989 dan memegang kendali atas militer, kebijakan luar negeri, serta institusi penting negara.

Kematian Khamenei kini memicu krisis kepemimpinan di Iran, di mana menurut konstitusi negara tersebut kekuasaan sementara akan dijalankan oleh dewan kepemimpinan yang terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, serta seorang ulama senior yang ditunjuk oleh Dewan Penjaga hingga pemimpin baru dipilih.

Kematian pemimpin tertinggi Iran ini menjadi titik balik besar dalam geopolitik Timur Tengah. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat tajam setelah operasi militer tersebut, sementara Iran telah meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah target militer Amerika di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan yang menewaskan pemimpin tertingginya.

Pewarta : Anwar Chow

Editor : Aris Darmawan

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *