Press "Enter" to skip to content

Iran Tegaskan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Teluk adalah Hak Membela Diri

Oplus_131072

PROTIMES.CO – Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk merupakan tindakan sah untuk mempertahankan kedaulatan negara setelah serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran menyatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi agresi militer yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Menurut Pezeshkian, serangan yang dilakukan terhadap fasilitas Iran menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban di wilayah negara tersebut sehingga pemerintah mengambil langkah militer sebagai bentuk respons strategis.

“Republik Islam Iran akan memberikan respons tegas terhadap setiap agresi yang menargetkan kedaulatan dan integritas wilayah kami,” ujar Masoud Pezeshkian dalam pernyataan resmi pemerintah Iran yang disampaikan kepada media nasional.

Sementara itu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan militer resmi terkait operasi yang dilancarkan terhadap target Amerika Serikat di Timur Tengah. Dalam pernyataan tersebut, IRGC menyebut serangan balasan yang diluncurkan Iran merupakan bagian dari operasi militer yang dirancang untuk menanggapi serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut menargetkan instalasi militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk sebagai bagian dari strategi pertahanan Iran.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicara resminya Nasser Kanaani menyatakan bahwa serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan negara yang dilindungi hukum internasional.

Kanaani menegaskan bahwa Iran memiliki hak penuh berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mempertahankan diri dari serangan eksternal.

“Serangan terhadap wilayah Iran merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Iran memiliki hak sah untuk melakukan pembelaan diri,” kata Nasser Kanaani dalam pernyataan resmi kementerian tersebut.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk, termasuk pangkalan yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat.

Langkah tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara di kawasan dan komunitas internasional yang menyerukan agar semua pihak menahan diri untuk mencegah konflik yang lebih luas.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap tindakan militer yang diambil bertujuan melindungi keamanan nasional dan tidak ditujukan untuk memicu konflik regional yang lebih besar.

Namun, Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap wilayah Iran akan mendapat respons yang lebih tegas dari negara tersebut.

Pewarta : Anwar Chow

Editor : Aris Darmawan

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *