PROTIMES.CO– Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur Deni Ahmad Hidayat menerima audiensi dari tim peneliti akademik Universitas Pancasila Jakarta di Ruang Rapat Kakanwil BPN Provinsi Kaltim, Rabu (14/01/2026).
Audiensi tersebut membahas secara khusus mengenai kegiatan penelitian tentang permasalahan pertanahan yang akan dilakukan oleh tim peneliti akademik Universitas Pancasila di Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Deni menyampaikan bahwa permasalahan pertanahan di daerah memiliki dinamika yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan penguasaan dan klaim lahan. Ia menekankan pentingnya mediasi sebagai salah satu instrumen utama penyelesaian konflik pertanahan, yang harus dilaksanakan secara profesional, imparsial, dan berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku.
“Mediasi menjadi salah satu solusi penting dalam penyelesaian konflik pertanahan. Namun dalam pelaksanaannya, mediator harus benar-benar menjaga sikap tidak berpihak, cermat dalam komunikasi, serta berhati-hati dalam setiap detail agar hasil mediasi tidak justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa tantangan pertanahan di Kalimantan Timur juga berkaitan dengan konteks sosial dan kearifan lokal, termasuk klaim-klaim tradisional yang masih berkembang di masyarakat. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang seimbang antara mekanisme hukum modern dan pemahaman terhadap kondisi lokal, terutama dalam menghadapi dinamika pembangunan dan perkembangan wilayah, termasuk keberadaan Ibu Kota Negara (IKN).
Menutup pertemuan, Deni menyambut baik rencana penelitian yang akan dilakukan oleh tim peneliti akademik Universitas Pancasila dan berharap hasil kajian tersebut dapat memberikan kontribusi pemikiran akademis dalam mendukung perumusan kebijakan serta peningkatan kualitas penanganan permasalahan pertanahan di Kalimantan Timur. (ATR)







Be First to Comment